Hadapi Krisis Air Ditengah Kemarau, Pemda Pohuwato Bangun Sumur Air Tanah

Daerah245 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Pemerintah Kabupaten Pohuwato mulai mencari sumber air baru untuk memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di tengah kondisi musim kemarau.

Upaya itu dilakukan melalui pembangunan sumur air tanah dalam di Dusun Batupasang, Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, tepatnya di sekitar kompleks Jembatan Hulude Bunggu. Pengeboran perdana dilaksanakan Pemda Pohuwato melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama PERUMDAM Tirta Moolango, Jumat (2/10/2026).

Pengeboran tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, didampingi Direktur PERUMDAM Tirta Moolango Kaharudin Yusuf Rahim, Dewan Pengawas Perumdam Moolango Rinto W. Ali, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Pohuwato Ir. Vicky M. Lahamutu, ST., MT., serta jajaran terkait.

Sumur yang dibangun itu ditargetkan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik. Tambahan sumber air tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan tekanan dan ketersediaan air di sejumlah wilayah, khususnya Marisa dan sekitarnya.

“Insyaallah, kalau tidak mengalami hambatan, sumur ini bisa memproduksi air 10 liter per detik sesuai penyampaian tim teknis Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Pohuwato,”ujar Saipul.

Bupati Saipul mengatakan, pembangunan sumur air tanah dalam menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus merespons persoalan kekurangan air yang masih terjadi ketika musim kemarau.

Ia berharap proses pengeboran hingga pembangunan fasilitas pendukung dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Mohon doa dan dukungan kita semua, termasuk masyarakat. Bila ini selesai sesuai target sekitar satu bulan lebih, maka kebutuhan air semakin tertangani, terutama di beberapa desa yang mengalami kekurangan air akibat tekanan air yang kurang,”jelasnya.

Menurut Saipul, lokasi pengeboran dipilih dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kondisi geografis dan hasil kajian teknis. Posisi titik pengeboran juga dinilai strategis karena berada tidak jauh dari aliran sungai di kawasan Jembatan Hulude Bunggu.

Selain kajian teknis, proses penentuan titik juga turut mempertimbangkan kearifan lokal berupa payango yang dilakukan salah satu imam setempat.

“Insyaallah pekerjaan ini bisa berjalan lancar sesuai target yang diharapkan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. Apalagi kondisi iklim masih dalam musim kemarau dan belum dapat dipastikan kapan musim penghujan datang,”katanya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, Vicky M. Lahamutu, mengatakan pengeboran yang dilakukan tersebut menjadi awal pelaksanaan pembangunan sumur air tanah dalam oleh pihak penyedia.

Pekerjaan tersebut ditargetkan berlangsung sekitar satu setengah bulan hingga memasuki tahap commissioning pada akhir November.

“Rencananya pekerjaan ini dilaksanakan selama satu setengah bulan sampai dengan commissioning pada akhir November,”jelas Vicky.

Dari sisi anggaran, pembangunan sumur tersebut direncanakan menggunakan APBD Perubahan dengan pagu sekitar Rp350 juta hingga Rp400 juta. Sistem pengeboran yang digunakan adalah hidrolik dengan kedalaman yang ditargetkan mencapai 80 meter.

Vicky menjelaskan, penentuan lokasi tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelumnya, tim telah melakukan survei geolistrik untuk melihat potensi sumber air tanah di sejumlah titik.

“Jadi, mengapa dipilih titik ini? Karena berdasarkan hasil survei geolistrik yang telah dilaksanakan oleh tim dari UNG, titik ini dinilai memiliki potensi sumber air,”ujarnya.

Direktur PERUMDAM Tirta Moolango, Kaharudin Yusuf Rahim, menyambut pembangunan sumur tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, tambahan sumber air dari sumur baru diharapkan dapat meningkatkan debit sekaligus membantu memperbaiki tekanan air dalam sistem pelayanan PERUMDAM, khususnya di wilayah Marisa dan sekitarnya.

Kaharudin menjelaskan, hasil survei geolistrik sebelumnya juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi pengeboran karena menunjukkan adanya potensi sumber air di titik tersebut.

“Alhamdulillah, dengan adanya sumur ini bisa menambah tekanan air yang ada di seputaran Pohuwato dan Marisa, khususnya. Nantinya akan terhubung dengan bak air yang tidak jauh dari lokasi ini,”ujarnya.

Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga tambahan debit air tersebut bisa segera masuk dalam sistem pelayanan PERUMDAM Tirta Moolango.

Dengan adanya sumber air baru itu, pelayanan kepada konsumen diharapkan semakin optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak berkurangnya tekanan air selama musim kemarau.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *