Pemkot Gorontalo Alokasikan Dana Apresiasi Kemendagri Rp 1 Miliar untuk Museum 23 Januari

Daerah88 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo, AndalanIDN – Pemerintah Kota Gorontalo berencana mengarahkan dana apresiasi senilai Rp1 miliar yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung penguatan Museum 23 Januari. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan sejarah yang memiliki arti penting bagi masyarakat Gorontalo.

Seperti diketahui, dana tersebut merupakan bagian dari apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Gorontalo, dalam kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea , melalui juru bicara Jeffry As. Rumampuk, mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata dilihat sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah, tetapi juga harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

” Hari ini di Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Pak Walikota sudah menyampaikan bahwa dana apresiasi dari Kemendagri, akan digunakan untuk membiayai pembangunan Museum 23 Januari,” kata Jeffry.

“Penghargaan ini tentu bukan hanya soal nilai Rp1 miliar. Bagi Pemerintah Kota Gorontalo, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pembangunan yang memiliki nilai bagi masyarakat, termasuk menjaga warisan sejarah Kota Gorontalo,” Lanjut dia.

Menurutnya, Museum 23 Januari memiliki posisi penting dalam memperkenalkan perjalanan sejarah Gorontalo kepada generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Karena itu, penguatan museum dipandang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana sejarah dapat dikemas dan disampaikan secara lebih baik kepada masyarakat.

“Warisan sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus bisa menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda. Karena itu, kalau kemudian penghargaan ini diarahkan untuk mendukung Museum 23 Januari, semangatnya adalah menjaga apa yang sudah diwariskan sekaligus membuatnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,” kata Jeffry.

Jeffry menambahkan, Pemerintah Kota Gorontalo tetap akan memperhatikan mekanisme dan ketentuan pengelolaan anggaran dalam pemanfaatan dana tersebut. Penggunaannya harus memiliki dasar yang jelas serta memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Jeffry mengatakan, pembangunan Kota Gorontalo tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah menjaga identitas dan sejarah daerah.

“Pembangunan itu tidak boleh membuat kita kehilangan sejarah. Justru pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas daerah. Museum 23 Januari adalah salah satu, ruang penting untuk itu,” ujarnya.

Pemkot Gorontalo berharap, penguatan Museum 23 Januari nantinya dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin dekat dengan sejarah daerahnya sendiri.

“Ini bukan sekadar membangun sebuah museum, yang ingin kami bangun adalah kesadaran bahwa Gorontalo memiliki sejarah yang harus diketahui, dihargai dan diwariskan,” tutup Jeffry.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *