Wisata Libuo Kembali Pulih Pasca Insiden, Disparpora Akan Perketat Pengawasan Pengunjung

Daerah193 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Aktivitas wisata di kawasan Pantai Libuo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, mulai kembali berjalan normal setelah sebelumnya di kejutkan dengan adanya insiden perkelahian yang berujung tewasnya seorang pemuda asal Desa Karangetan, Kecamatan Dengilo pada beberapa waktu lalu.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pohuwato memastikan langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Kabid Pariwisata di Disparpora Pohuwato, Herman Abdullah mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan dan menyiapkan langkah pengamanan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dalam waktu dekat, personel Satpol PP akan ditempatkan di kawasan wisata Libuo secara bergiliran untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung.

“Dari hasil diskusi kita melakukan mitigasi, kami sudah melaporkan ke pimpinan bahwa dalam waktu dekat akan ada piket di sana. Jadi teman-teman Satpol PP akan standby di sana secara shift-shiftan,” kata Herman, saat di wawancarai AndalanIDN, Kamis (01/10/2026).

Selain pengawasan, petugas nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung, terutama untuk memastikan tidak ada senjata tajam maupun barang lain yang berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan.

Disparpora juga akan memasang tata tertib yang secara tegas melarang pengunjung membawa senjata tajam, minuman keras maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang di kawasan wisata.

Menurut Herman, pengamanan juga akan dilakukan terhadap sejumlah akses yang memungkinkan pengunjung masuk ke kawasan wisata tanpa melalui pintu masuk utama.

“Akses-akses yang memungkinkan bagi mereka untuk masuk ke wilayah tersebut tanpa melalui pintu masuk utama, sehingga pintu masuk yang tidak menjadi pintu masuk resmi itu kita tutup,” jelasnya.

Selain penambahan personel dan pengawasan di pintu masuk, Disparpora Pohuwato juga mulai memikirkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan wisata Libuo.

Herman mengakui, hingga saat ini fasilitas CCTV belum tersedia di lokasi tersebut. Namun, pihaknya berupaya agar kebutuhan tersebut dapat direalisasikan sebagai bagian dari peningkatan keamanan kawasan wisata.

“CCTV memang selama ini belum ada, namun kami berusaha bagaimana caranya ini biar bisa kita usahakan dan mendapatkan hal tersebut agar menambah keamanan, kenyamanan para pengunjung wisatawan,” ujarnya.

Disparpora juga telah memasang sosialisasi mengenai Sapta Pesona Wisata sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pengunjung untuk bersama-sama menjaga suasana wisata tetap aman dan nyaman.

Menurut Herman, Sapta Pesona tidak hanya berkaitan dengan keindahan destinasi, tetapi juga mencakup rasa aman, tertib, sejuk dan nyaman sehingga pengunjung dapat membawa kesan positif setelah berwisata.

Untuk pengunjung yang ingin menginap di kawasan Libuo, Disparpora menerapkan pendataan melalui pintu masuk.

Pengunjung yang bermalam diwajibkan menunjukkan KTP dan mencatat identitasnya di pos pintu masuk. Langkah tersebut dilakukan agar pengelola dapat mengetahui asal serta identitas pengunjung yang berada di lokasi pada malam hari.

“Kalau aturan kita perlu mematuhi untuk teman-teman yang berkunjung harus menunjukkan KTP-nya dan harus mencatat namanya di Pos Pintu masuk sehingga kita bisa deteksi asal mereka dari mana saja. Itu khusus untuk yang menginap malam,” terang Herman.

Sementara untuk pengunjung yang datang pada pagi hingga sore hari, pemeriksaan KTP tidak diberlakukan mengingat jumlah pengunjung yang relatif lebih banyak.

Namun, pemeriksaan barang bawaan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan.

“Kita hanya memeriksa saja apa-apa yang dibawa ke lokasi dan tidak mencelakakan orang lain seperti yang saya sampaikan di awal, seperti senjata tajam yang memungkinkan untuk dilakukan kekerasan terhadap orang lain,” katanya.

Herman berharap kejadian yang sebelumnya terjadi tidak membuat masyarakat takut untuk kembali mengunjungi kawasan wisata Libuo.

Ia mengajak seluruh pengunjung ikut mengambil peran dalam menjaga keamanan dengan saling menghargai dan mengingatkan satu sama lain.

“Harapannya memang kepada masyarakat tidak perlu takut kepada kejadian kemarin, kita semua tidak menginginkan hal tersebut terjadi,” ungkap Herman.

Ia juga meminta masyarakat yang berkunjung agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan kawasan wisata.

“Harapannya kita semua juga bisa saling mengingatkan kepada sesama pengunjung yang datang untuk saling menghargai, menghormati atas sesama manusia dan bisa menjaga keamanan bersama-sama karena siapa lagi kalau bukan kita untuk menjaga lokasi wisata ini agar tetap aman,” lanjutnya.

Menurut Herman, keamanan menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat di kawasan Libuo dapat kembali berjalan dengan baik.

Dengan kondisi yang aman, kata dia, masyarakat dapat kembali menikmati berbagai aktivitas di kawasan tersebut, mulai dari berwisata hingga berolahraga. Di sisi lain, pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas wisata juga dapat kembali menjalankan usahanya.

“Karena kalau aman seluruh aktivitas berwisata, seluruh aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik. Semua bisa diuntungkan, semua bisa mendapatkan kesempatan untuk berwisata, berolahraga maupun berjualan di Libuo sehingga para pelaku UMKM yang ada disana juga bisa mendapatkan pendapatan yang layak,” tandasnya.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *