Ketua DPW TMI Gorontalo Dorong Solusi untuk Petani Pohuwato di Hari Tani Nasional 2026

Daerah130 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo, AndalanIDN – Persoalan petani dan lahan pertanian di Kabupaten Pohuwato, khususnya di Kecamatan Duhiada’a dan Buntulia, menjadi perhatian Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo pada momentum Hari Tani Nasional, 24 September 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyebut petani di dua wilayah tersebut menghadapi persoalan lahan persawahan yang tidak lagi produktif. Kondisi itu, menurutnya, bahkan telah menyebabkan petani mengalami gagal tanam dalam beberapa musim.

Rian mengatakan, salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan sedimentasi yang menumpuk pada jaringan irigasi. Kondisi tersebut membuat aliran air menuju areal persawahan petani menjadi terhambat.

“Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia Bapak Don Muzakir itu sudah turun langsung melihat apa yang dikeluhkan oleh petani Buntulia dan Duhiadaa di Pohuwato. Utamanya berkaitan dengan sedimentasi yang menumpuk di jaringan irigasi, sehingga air terhambat masuk ke persawahan petani,”ungkap Rian.

Menurut Rian, persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi karena berkaitan langsung dengan aktivitas petani dan produksi pertanian. Terlebih, pemerintah saat ini mendorong peningkatan produksi pangan dan mewujudkan swasembada beras.

“Dengan program-programnya, Presiden Prabowo itu tegas ingin petani menjadi sejahtera. Tapi, di dua Kecamatan di Pohuwato, kami Tani Merdeka, baik Provinsi Gorontalo dan Pohuwato itu menemukan masalah, dan kami berpikir untuk menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani,” kata Rian.

Rian menuturkan, persoalan yang dialami petani Pohuwato sebelumnya telah disampaikan kepada Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Bahkan, saat pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pohuwato beberapa waktu lalu, Don Muzakir disebut turun langsung melihat kondisi pertanian yang dikeluhkan petani di wilayah tersebut.

Tani Merdeka Indonesia, kata Rian, tidak ingin persoalan sedimentasi tersebut diarahkan untuk menyalahkan pihak tertentu. Namun, organisasi tersebut berharap pemerintah dapat turun tangan mencari solusi terhadap persoalan jaringan irigasi yang berdampak pada lahan persawahan petani.

“Dalam upaya mencari solusi, dalam waktu dekat ini kami Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato akan menyurati Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia dalam hal menyelesaikan masalah krusial yang dihadapi petani. Dan kita berharap masalah ini beroleh solusi, guna mewujudkan petani yang sejahtera dan swasembada beras seperti yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo Subianto,”terangnya.

Selain persoalan pertanian di Pohuwato, momentum Hari Tani Nasional juga dimanfaatkan Rian untuk menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan DPR RI terkait pengesahan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria.

Menurut Rian, kehadiran regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan dan konflik lahan pertanian yang berkaitan dengan Hak Guna Usaha (HGU), yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Gorontalo.

“Di hari Tani Nasional ini kami Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo menyambut baik hal ini, dan menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI,”ungkap Rian Uno.

Ia berharap persoalan yang dihadapi petani, khususnya terkait lahan dan produktivitas pertanian, dapat ditangani melalui kebijakan serta langkah konkret di lapangan.

Bagi Tani Merdeka Indonesia, penyelesaian persoalan irigasi di Pohuwato menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar aktivitas tanam petani dapat kembali berjalan dan target peningkatan produksi pangan tidak terhambat.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *