Di Tengah Kemarau, Pohuwato Menengadah Lewat Salat Istisqa

Daerah77 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Pagi di kawasan Marisa, Kamis (17/9/2026), terasa sedikit berbeda. Langit yang biasanya mulai terang oleh sinar matahari justru tampak mendung.

Di tengah suasana itu, masyarakat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pohuwato berkumpul di halaman Kantor Bupati Pohuwato. Bukan untuk mengikuti apel Korpri seperti biasanya setiap tanggal 17, melainkan melaksanakan Salat Istisqa.

Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT, di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan dampaknya di sejumlah wilayah Pohuwato.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk menghadapi kondisi kemarau.

Menurutnya, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Selain menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah, kondisi tersebut juga turut memengaruhi kualitas udara.

“Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan. Mari kita bersama-sama memperbanyak doa, istigfar, dan meningkatkan amal kebaikan,”kata Saipul.

Ikhtiar tersebut tidak berhenti pada doa. Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga melakukan langkah penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, salah satunya dengan menyalurkan pasokan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Saipul berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup. Selain membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, hujan juga diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang kini dirasakan di sejumlah wilayah.

Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 07.30 WITA. Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Ustaz Asram Husuna, bertindak sebagai imam.

Usai salat, jamaah mengikuti khutbah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Marisa, Ustaz Umar Abdul Azis.

Dalam khutbahnya, Umar mengajak umat Islam menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi. Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa dan istigfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal kebaikan, sedekah dan menunaikan zakat mal.

Menurutnya, Salat Istisqa tidak semata-mata menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, salat tersebut menjadi pengingat agar manusia kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Semoga dengan berkumpulnya kita di tempat ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, bukan hujan yang menimbulkan kemudaratan,”ujar Ustaz Umar Abdul Azis.

Pelaksanaan Salat Istisqa turut dihadiri Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati Iwan S. Adam, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, unsur Kodim 1313 Pohuwato, Ketua Pengadilan Agama Marisa Sitriya Daud, S.H.I., M.H., jajaran Kementerian Agama Pohuwato, Ketua Baznas Pohuwato Ruzali Hunowu, Ketua Lembaga Adat Pohuwato Kisman Mooduto, Batte Pohuwato Asmad N. Tuna, serta para pemangku adat.

Hadir pula para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Ahli Bupati, para camat, kepala bagian, Ketua TP-PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, Ketua Persit Cabang LXIX Dim 1313/Pohuwato Frinda Fiat Suwandana, serta jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

Ditengah kemarau yang belum sepenuhnya beranjak, pagi yang mendung itu menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat Pohuwato. Ada doa yang dipanjatkan, ada air bersih yang terus disalurkan, dan ada harapan agar hujan segera datang membawa keberkahan bagi masyarakat.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *