Bupati Saipul Ikut Shalat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun di Pohuwato

Daerah215 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Menghadapi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pohuwato, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama jajaran dan masyarakat mengikuti shalat istisqa di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Selasa (15/09/2026).

Shalat istisqa atau salat memohon hujan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di wilayah Pohuwato. Kemarau yang berlangsung cukup lama diketahui mulai berdampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk keterbatasan air hingga gagal panen.

Kegiatan tersebut diinisiasi Komando Distrik Militer (Kodim) 1313 Pohuwato. Pelaksanaannya merujuk pada Surat Telegram Danrem 133/NW Nomor ST/1316/2026 tanggal 14 September 2026 tentang perintah melaksanakan doa meminta hujan akibat kemarau panjang di wilayah Kodim 1313/Pohuwato.

Shalat istisqa dipimpin Hakim Pohuwato, Ustaz Wisno Pakaya, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat dan doa bersama.

Turut hadir Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Kasdim 1313 Pohuwato Mayor Cpl Muh Ismaal beserta jajaran, unsur Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato, serta Ketua Persit Cabang LXIX Dim 1313/Pohuwato, Frinda Fiat Suwandana, bersama jajaran Persit.

Bupati Saipul A. Mbuinga mengapresiasi langkah Kodim 1313 Pohuwato yang menginisiasi pelaksanaan shalat istisqa tersebut.

Menurutnya, shalat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama, terutama di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Apa yang dilakukan ini sangat baik dan sangat kami apresiasi. Insyaallah, dengan salat dan doa kita bersama, Allah SWT menurunkan hujan di wilayah Pohuwato pada khususnya,”ujar Saipul.

Saipul berharap hujan yang nantinya turun dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Pohuwato.

Ia juga mengakui, kemarau panjang telah memberikan dampak terhadap masyarakat. Sejumlah warga menghadapi kekeringan hingga mengalami gagal panen akibat terbatasnya ketersediaan air.

Meski demikian, Saipul mengingatkan bahwa seluruh peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari kekuasaan, izin, dan kehendak Allah SWT. Karena itu, salat istiska diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar sekaligus memanjatkan doa bersama.

“Semoga melalui salat dan doa ini, hujan segera diturunkan dan daerah kita kembali subur, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,”harapnya.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *