Pohuwato, AndalanIDN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato terus mendorong pengembangan Bandara Panua, terutama perpanjangan dan pelebaran runway. Langkah itu dinilai semakin dibutuhkan seiring meningkatnya investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga mengatakan, pengembangan Bandara Panua cepat atau lambat akan menjadi kebutuhan daerah. Hal itu disampaikannya saat meninjau Bandara Panua di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kamis (10/9/2026).
“Pengembangan bandara adalah sebuah tuntutan. Seiring berjalannya waktu, ini adalah sebuah kepastian. Entah kapan ini terwujud, waktulah yang akan menentukan,” ujar Saipul.
Menurutnya, Pemkab Pohuwato terus berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendorong pengembangan bandara, baik dari sisi panjang maupun lebar runway.
“Daerah kita banyak investasi dan pertumbuhan ekonomi setiap tahun juga meningkat. Untuk itu, pengembangan bandara ini terus kami dorong dengan melakukan konsultasi aktif dengan Kementerian Perhubungan,” kata Saipul.
Saat ini, runway Bandara Panua memiliki panjang sekitar 1.200 meter. Kondisi tersebut membuat bandara masih terbatas melayani pesawat perintis dengan kapasitas penumpang kecil.
“Yang existing sekarang itu 1.200 meter, hanya didarati oleh pesawat perintis yang jumlah penumpangnya kecil,” ungkap Saipul.
Pemkab Pohuwato kini mendorong agar runway diperpanjang sehingga Bandara Panua dapat melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar. Bahkan, menurut Saipul, ada perusahaan yang turut menginginkan bandara tersebut dapat melayani pesawat tipe Boeing 737.
Permohonan pengembangan Bandara Panua, kata Saipul, telah disampaikan kepada Presiden dan Menteri Perhubungan. Pemkab Pohuwato juga telah mengirimkan surat kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman Laisa, terkait permohonan perpanjangan runway.
“Insyaallah mendapat dukungan. Insyaallah tidak trauma lagi kalau sudah dengan tipe ATR dan apalagi tipe Boeing 737. Karena pesawat jenis besar akan mempermudah pelayanan dari dan ke Pohuwato, serta penerbangannya aman,” katanya.
Saipul menilai, perpanjangan runway akan membuka akses yang lebih luas bagi pengusaha, kementerian, maupun wisatawan untuk datang ke Pohuwato. Pengembangan bandara juga dinilai dapat memperkuat konektivitas daerah di tengah pertumbuhan investasi dan ekonomi.
Keyakinan itu, turut didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi Pohuwato.
“Daerah kita sangat menunjang untuk perpanjangan runway. Berdasarkan rilis BPS Pusat, dari sekitar 500 kabupaten/kota, Pohuwato masuk 10 besar pertumbuhan ekonomi. Kita mendapatkan urutan yang ke-6,” jelasnya.
Selain untuk mendukung aktivitas masyarakat dan ekonomi, Bandara Panua juga dinilai berpotensi menjadi bandara alternatif ketika Bandara Djalaluddin Gorontalo mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem. Bandara Panua juga disebut berpeluang menjadi alternatif penerbangan dari maupun menuju kawasan Manado.
Saipul menyebut kondisi geografis di sekitar Bandara Panua menjadi salah satu faktor pendukung. Menurutnya, kawasan tersebut tidak memiliki persoalan awan tebal maupun kendala kedekatan dengan pegunungan yang dapat menjadi tantangan dalam operasional penerbangan di lokasi tertentu.
Pemkab Pohuwato juga masih memiliki lahan milik pemerintah yang dapat mendukung rencana pengembangan bandara, termasuk untuk perpanjangan dan pelebaran runway. Pelebaran tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan penerbangan pesawat kargo.
Saipul optimistis pengembangan Bandara Panua pada akhirnya dapat terealisasi seiring perkembangan daerah.
“Kami meyakini suatu saat penantian ini akan terwujud dengan melihat kemajuan daerah yang didukung oleh investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kapan terwujud, tentu tinggal persoalan waktu saja,” ungkapnya.
Di sisi lain, Saipul menekankan pentingnya dukungan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
(Abd)











