Dugaan Napi Dipukul di Lapas Pohuwato, Pihak Lapas Beri Klarifikasi

banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Dugaan kekerasan terhadap seorang narapidana berinisial C di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pohuwato menjadi sorotan. Peristiwa yang disebut terjadi pada Juli 2026 itu diduga melibatkan seorang oknum pegawai Lapas.

Informasi tersebut sebelumnya diberitakan oleh Hibata.id. Dugaan pemukulan bermula ketika warga binaan yang memiliki keterampilan sebagai tukang diminta membantu pekerjaan pembangunan dapur di lingkungan Lapas Pohuwato.

banner 1024x1536

Dilansir dari Hibata.id, seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut dugaan pemukulan terjadi setelah warga binaan tersebut dinilai terlambat menjalankan pekerjaan di dapur Lapas.

“Masalahnya karena tenaga napi dipakai untuk bekerja di proyek dapur Lapas. Karena terlambat kerja di dapur, dia langsung dipukul,” ujar sumber, Rabu (26/8/2026).

Sumber tersebut juga mempertanyakan pelibatan warga binaan dalam pekerjaan proyek pembangunan di lingkungan Lapas. Menurutnya, pekerjaan tersebut semestinya dapat dikerjakan oleh tenaga tukang dari luar.

Korban disebut mengalami luka pada bagian hidung dan wajah hingga mengeluarkan darah. Warga binaan tersebut juga dikabarkan mendapatkan perawatan di ruang kesehatan Lapas selama sekitar dua hari.

“Dia terluka di bagian hidung dan wajah sampai darah banyak di lantai,” ungkap sumber.

Persoalan tersebut kemudian disebut mendapat respons dari saudara warga binaan. Ia dikabarkan mendatangi Lapas Pohuwato dalam kondisi emosi dan mencari pegawai yang disebut sebagai pihak yang melakukan pemukulan.

Pihak Lapas Kelas II Pohuwato membantah adanya dugaan pemukulan terhadap warga binaan tersebut.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pohuwato, Syahrain, menjelaskan bahwa warga binaan yang disebut sebagai korban memang memiliki keahlian sebagai tukang bangunan.

Karena keterampilannya tersebut, warga binaan bersangkutan disebut kerap dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan di lingkungan Lapas, termasuk pengerjaan dapur.

Pihak Lapas Pohuwato juga menghadirkan warga binaan tersebut untuk memberikan klarifikasi kepada awak media.

Dalam kesempatan itu, warga binaan berinisal C mengaku bekerja sebagai tukang dan membantah adanya tindakan kekerasan terhadap dirinya.

“Saya bekerja, tapi tidak ada itu pemukulan. Saya memang tukang,” ujarnya.

Meski pihak Lapas dan warga binaan membantah adanya pemukulan, informasi berbeda kembali disampaikan sumber yang sebelumnya memberikan keterangan kepada Hibata.id.

Sumber tersebut mengklaim warga binaan yang bersangkutan sebelumnya telah diminta memberikan keterangan bahwa dugaan pemukulan tidak pernah terjadi. Sumber itu juga menyebut telah dibuat video klarifikasi mengenai persoalan tersebut.

Perbedaan keterangan tersebut membuat dugaan kekerasan terhadap warga binaan itu masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Di antaranya terkait kondisi sebenarnya yang dialami warga binaan serta proses munculnya klarifikasi yang diberikan kepada awak media.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan independen yang dapat memastikan kebenaran dugaan pemukulan tersebut.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *