Gorontalo, AndalanIDN – Sebuah selebaran digital yang mengeklaim adanya hari libur khusus di Provinsi Gorontalo demi menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina mendadak viral. Namun, masyarakat diminta untuk tidak terkecoh karena informasi yang beredar luas tersebut dipastikan palsu atau hoax.
Kabar mengenai Pengumuman Nomor: 003/14869/Set itu langsung memicu kegaduhan dan mendapat perhatian serius.
Dilansir dari RRI.CO.ID, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyatakan dengan tegas bahwa pihaknya tidak pernah merilis dokumen resmi terkait kebijakan libur tersebut.
Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Noval, menegaskan bahwa surat edaran yang telanjur beredar di berbagai grup percakapan dan media sosial itu sama sekali bukan produk hukum dari pemprov. Format dan nomor surat yang tertera dipastikan hasil manipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Selebaran tentang pengumuman yang beredar luas itu hoaks,” kata Noval pada Minggu (19/7/2026), seperti dikutip dari RRI.
Lebih lanjut, Noval menambahkan bahwa jajaran Pemprov Gorontalo sama sekali tidak memiliki agenda untuk meliburkan aktivitas kedinasan maupun pelayanan publik hanya demi agenda nonton bareng partai final sepak bola dunia. Isu ini dinilai murni spekulasi yang dibungkus seolah-olah menjadi kebijakan resmi.
“Pak Gubernur tidak pernah membahas soal itu. Sekali lagi, informasi tersebut tidak benar,” ucapnya menyambung.
Pihak pemprov menyayangkan adanya pihak yang memanfaatkan momentum demam Piala Dunia 2026 untuk menyebarkan disinformasi yang dapat membingungkan masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerja Gorontalo.
Menyikapi fenomena ini, Noval mengimbau warga Gorontalo agar lebih bijak dan menyaring ketat setiap informasi yang bertebaran di jagat maya sebelum membagikannya kembali. Kecepatan arus digital di media sosial disadari memiliki sisi negatif berupa cepatnya penyebaran berita bohong.
“Di era digital, informasi menyebar dengan sangat cepat, termasuk informasi yang bersifat hoaks. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dan selalu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” tutur Noval memungkasi.
(Abd)











