Kemarau di Pohuwato, Dinas Sosial Distribusikan Air hingga Dini Hari

Daerah104 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato, AndalanIDN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pohuwato terus mendistribusikan air kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak di sejumlah wilayah.

Pelayanan dilakukan dengan memanfaatkan mobil tangki milik Dinas Sosial. Namun, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan distribusi, mengingat kendaraan yang digunakan telah berusia lebih dari 10 tahun.

banner 1024x1536

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Amrin Umar, mengatakan penyediaan air merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Intinya kami bagian dari pemerintah yang punya tanggung jawab kemasyarakatan, bukan hanya bantuan sosial, paling tidak bisa bantu kebutuhan dasar masyarakat apalagi kami punya sarana mobil tangki,” kata Amrin, Rabu (02/09/2026).

Menurut Amrin, kondisi kendaraan membuat pelayanan Dinas Sosial saat ini lebih difokuskan pada wilayah yang masih mampu dijangkau armada, terutama di Kecamatan Marisa.

“Karena mobil tangki dinas sosial sudah tua jadi hanya melayani bagian Marisa karena sudah tidak mampu. Kemarin baru diambil di bengkel itu. Yang terdekat yang dimampui oleh kondisi mobil,” ujarnya.

Meski memiliki keterbatasan, Amrin mengatakan pelayanan tetap dilakukan ketika terdapat kebutuhan masyarakat. Bahkan, petugas dapat menjalankan distribusi hingga dini hari.

“Iyaa sampai kasian jam 2 malam walaupun tidak ada anggaran kami terus lakukan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Dalam penanganan kebutuhan air, Dinas Sosial juga bekerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato dan PDAM Tirta Moolango. Masing-masing mengambil bagian dalam pendistribusian air sesuai kemampuan armada dan wilayah yang dapat dijangkau.

“Jadi kami ini hanya melayani, dan melayani juga punya keterbatasan, dan kami barengan ada Dinas sosial, BPBD dan PDAM yang bekerja untuk mengeroyok penyaluran air ini. Hanya kami mengambil bagian di Marisa karena memang kondisi armada kami sudah tua sudah diatas 10 tahun,” jelas Amrin.

Sementara itu, Koordinator Tagana Kabupaten Pohuwato, Firman, mengatakan pendistribusian air bersih tersebut telah berlangsung sejak Jumat kemarin dan masih berjalan hingga saat ini.

Menurut Firman, petugas bahkan harus bekerja hingga tengah malam dan memasuki dini hari. Dalam sehari, mobil tangki dapat melakukan tujuh hingga delapan kali perjalanan untuk mengambil dan menyalurkan air.

“Iyaa sampai tengah malam bahkan sampai subuh, kami 7 sampai 8 kali balik untuk sehari. Mulai dari jam 10 sampai jam 2 jam 3 malam,” terangnya.

Firman menjelaskan, air yang didistribusikan diambil dari sumur suntik PDAM di Kecamatan Buntulia. Penyaluran kemudian diarahkan ke wilayah berdasarkan laporan yang diterima dari pemerintah desa.

Salah satu wilayah yang sebelumnya mendapat pelayanan adalah Desa Palopo. Menurut Firman, distribusi dilakukan karena terdapat kompleks perumahan di wilayah tersebut yang tidak mendapatkan aliran air PAM mengingat kemarau memperparah kondisi yang ada.

“Inikan sesuai permintaan sesuai laporan itu kami melayani satu desa dulu, satu desa itu Desa Palopo karena itu yang air PAM tidak ada sama sekali itu kompleks perumahan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada permintaan pendistribusian air bersih ke Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.

“Hari ini kami melayani desa Hulawa, Kecamatan Marisa karena ada laporan dari Kepala Desa,” ujar Firman.

Namun, distribusi ke wilayah tersebut juga harus mempertimbangkan kondisi medan. Firman mengatakan perjalanan menuju Desa Hulawa memiliki sejumlah tanjakan, sementara mobil tangki membawa sekitar 5.000 liter air dalam sekali angkut.

“Sudah tidak bisa jarak jauh, sedangkan ini untuk melayani Hulawa ini masih mau dicoba dulu karena Medan kesana ini banyak tanjakan karena yang dimuat ini 5000 liter air jadi masih mau dicoba dulu,” tandasnya.

Distribusi air oleh Dinas Sosial tersebut menjadi bagian dari penanganan kebutuhan air masyarakat selama kondisi kemarau berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato sendiri sebelumnya telah mengusulkan pemenuhan kebutuhan air baku di lima titik kepada Kementerian Pekerjaan Umum, sekaligus meminta dukungan armada mobil tangki untuk membantu pelayanan kepada masyarakat.

(Abd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *