Gorontalo, AndalanIDN – Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo terus melakukan operasi pencarian terhadap sebuah perahu yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Hingga Sabtu (25/07/2026), sebanyak 13 orang yang terdiri atas 11 wisatawan asing dan dua awak kapal masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area penyisiran di sepanjang jalur pelayaran Teluk Tomini yang diduga dilalui perahu tersebut.
Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima Basarnas Gorontalo dari seorang pemandu wisata bernama Ibu Mimin pada Jumat (24/07/2026) pukul 15.40 Wita. Dalam laporannya disebutkan bahwa perahu yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa belum tiba di lokasi tujuan sesuai jadwal.
Berdasarkan data yang diterima, perahu bertolak pada Jumat (24/07/2026) sekitar pukul 07.30 Wita dengan membawa 11 wisatawan asing dan dua awak kapal. Perahu diperkirakan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 Wita. Namun hingga pukul 15.00 Wita, perahu belum juga tiba sehingga pihak pemandu wisata melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Gorontalo untuk meminta bantuan pencarian.
Pusat operasi pencarian berada di koordinat 0°08’42.79″ LU – 121°48’15.46″ BT atau sekitar 20,23 nautical mile di barat daya Pantai Pohon Cinta, dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam dari titik keberangkatan tim.
Adapun 13 orang yang masih dalam pencarian yakni Ferdiansyah, Arif, Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange.
Dalam pelaksanaan operasi, SRU 1 menggunakan Kapal Negara KAL Limboto yang bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan cakupan pencarian sekitar 200 nautical mile persegi. SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo untuk menyisir area seluas kurang lebih 50 nautical mile persegi di sekitar lintasan pelayaran. Sementara SRU 3 memanfaatkan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort guna melakukan pencarian di area sekitar 50 nautical mile persegi sebagai upaya mempercepat proses pencarian.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort.
Selama operasi berlangsung, tim menghadapi tantangan berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Karena itu, setiap pergerakan unsur SAR dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di lokasi operasi terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 1 hingga 1,5 meter serta kecepatan angin 10–15 knot.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, S.Adm., menegaskan seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan upaya pencarian hingga seluruh area yang telah direncanakan selesai disisir.
“Kami mengerahkan Alut dan Personil yang tersedia bersama Potensi SAR dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar operasi SAR ini berjalan dengan aman dan memperoleh hasil yang diharapkan,” ujar Heriyanto.
Basarnas Gorontalo menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat sesuai hasil operasi pencarian di lapangan.
(Abd)
















