Pohuwato, AndalanIDN – Lima penambang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu (12/08/2026) malam.
Selain lima korban meninggal dunia, satu penambang lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Marupa Sagala membenarkan adanya enam orang yang terdampak dalam peristiwa longsor tersebut.
“Sementara sudah ditemukan lima meninggal, satu selamat sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Marupa sebagaimana dikutip dari Gorontalo Post.
Lima korban meninggal dunia kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian.
Berdasarkan data, empat korban berasal dari Dusun Beringin, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Keempatnya masing-masing berinisial M.I. (23), P.D. (27), S.B. (23), dan P.L. (26).
Sementara satu korban lainnya berinisial A.O., warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Setelah berhasil dievakuasi, para korban dibawa ke RSUD Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan penanganan sebelum kemudian dipulangkan kepada keluarga.
Empat korban asal Desa Bendungan selanjutnya dipulangkan ke Kabupaten Boalemo dan dimakamkan pada Kamis (13/8/2026).
Selain enam orang yang telah ditemukan, muncul informasi mengenai keberadaan penambang lain di sekitar titik longsor.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar kurang lebih 30 penambang disebut sedang melakukan aktivitas di kawasan tersebut ketika longsor terjadi.
Informasi tersebut belum dapat dijadikan sebagai jumlah resmi penambang yang berada di titik longsor. Kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun juga belum dapat dipastikan.
Hingga saat ini, data yang disampaikan pihak kepolisian baru mencatat enam orang terdampak, terdiri dari lima korban meninggal dunia dan satu orang selamat.
Karena itu, keberadaan penambang lain di sekitar lokasi masih perlu dipastikan melalui pendataan dan pencarian di kawasan longsor.
Hingga perkembangan terakhir, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan adanya korban tambahan yang masih tertimbun di bawah material longsor. Aparat masih melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut, termasuk pendataan korban dan penelusuran informasi mengenai kondisi di lokasi longsor.
(Abd)














