DaerahNasionalTopik Terkini

Pembinaan Keagamaan Isi Aktifitas Napi Lapas Pohuwato di Bulan Ramadhan

Pohuwato, AndalanIndonesia – Lapas Pohuwato menggelar kegiatan pembinaan keagamaan secara intensif untuk mengisi keseharian para Narapidana selama bulan Suci Ramadhan.

Sebagaimana umat muslim lainnya yang berlomba-lomba untuk mencari pahala di bulan Ramadhan, para Narapidana Lapas Pohuwato juga melaksanakan beberapa kegiatan keagamaan seperti mengaji, mendengarkan tausyiah dan sholat berjamaah.

Program ini merupakan kerja sama antara pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dengan Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato.

Sulastri, Sekretaris IPARI Kemenag Kabupaten Pohuwato mengatakan, bahwa warga binaan Lapas Pohuwato diberikan pembinaan yang meliputi berbagai kegiatan, seperti pengajian, tausiyah, serta pelaksanaan ibadah shalat berjamaah.

“Mereka juga mendapatkan bimbingan rohani yang bertujuan untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan keimanan mereka,” kata Sulastri, Kamis (14/03/2024).

Menurutnya, kegiatan pembinaan keagamaan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang ajaran agama serta memberikan motivasi kepada para warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik, baik di dalam maupun di luar lapas.

“Kami dari Kemenag Kabupaten Pohuwato terus berperan aktif dalam mendukung program ini dengan menyediakan fasilitas dan dukungan lainnya,” ungkapya.

Sulastri mengharapkan, bahwa warga binaan di lapas, dapat membentuk pribadi yang lebih taat beragama dan bermanfaat bagi masyarakat setelah mereka bebas dari masa pidana yang mereka jalani.

“Saya berharap pembinaan keagamaan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kalapas Pohuwato Irman Jaya, mengungkapkan, bahwa kami sangat bersyukur atas kerja sama yang erat antara Lembaga Pemasyarakatan dan Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato dalam menjalankan program pembinaan keagamaan selama bulan Ramadan ini.

“Kami percaya bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu upaya penting dalam mempersiapkan para warga binaan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” ujar Irman Jaya.

Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan empati dalam menjalankan kegiatan pembinaan keagamaan serta komitmen mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Kami dapat membantu para warga binaan menjadi individu yang lebih baik, tidak hanya secara spiritual tetapi juga dalam hal pengembangan kepribadian dan sosial,” ujar Irman.

(Abd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button