Bangunan Kosong Jadi Perhatian, Wali Kota Gorontalo Buka Peluang untuk UMKM

Daerah135 Dilihat
banner 468x60

Kota Gorontalo, AndalanIDN – Kepedulian terhadap perkembangan dunia usaha dan keberlangsungan pelaku UMKM di Kota Gorontalo kembali ditunjukkan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dengan memantau langsung sejumlah bangunan dan toko yang saat ini dalam kondisi kosong.

Pemantauan tersebut dilakukan Wali Kota pada Selasa (22/9/2026). Dalam kegiatan itu, Adhan Dambea melihat secara langsung kondisi sejumlah bangunan yang berpotensi untuk kembali dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas ekonomi.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto, S.STP., M.Si., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Gorontalo, Dandy Winardi Datau, SE.

Bagi Wali Kota Gorontalo, keberadaan bangunan atau toko yang kosong di sejumlah kawasan tidak semestinya hanya menjadi ruang yang tidak produktif. Jika memungkinkan dan memenuhi ketentuan yang berlaku, aset atau ruang usaha tersebut dapat didorong agar kembali memiliki aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bangunan-bangunan yang kosong ini perlu kita lihat dan kita pikirkan bagaimana bisa dimanfaatkan. Jangan sampai ada ruang yang sebenarnya bisa menjadi tempat usaha, tetapi dibiarkan kosong begitu saja,” ujar Adhan.

Menurutnya, perhatian terhadap ruang usaha merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan iklim ekonomi yang semakin terbuka bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

Adhan menegaskan, pemerintah tidak hanya berkewajiban membangun infrastruktur, tetapi juga perlu melihat kondisi riil yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Karena itu, pemantauan langsung ke lapangan menjadi penting untuk mengetahui potensi maupun persoalan yang ada, termasuk keberadaan bangunan kosong yang secara lokasi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi tempat kegiatan usaha.

“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di lapangan. Kita ingin kota ini hidup, aktivitas ekonominya bergerak dan masyarakat punya ruang untuk berusaha,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Adhan juga menegaskan bahwa Kota Gorontalo merupakan daerah yang aman untuk melakukan aktivitas usaha. Menurutnya, rasa aman dan kepastian lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat maupun pelaku usaha.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga bersama sehingga pelaku UMKM maupun dunia usaha memiliki kepercayaan untuk membuka, mengembangkan dan mempertahankan usahanya di Kota Gorontalo.

“Pada prinsipnya, Kota Gorontalo adalah daerah yang aman untuk melakukan aktivitas usaha. Kita ingin masyarakat merasa nyaman menjalankan usahanya dan pelaku usaha dari luar juga melihat Gorontalo sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha,” tegasnya.

Adhan menambahkan, perhatian terhadap UMKM tidak hanya berbicara mengenai bantuan atau pembiayaan, tetapi juga menyangkut ketersediaan ruang, lingkungan usaha yang aman, aktivitas ekonomi yang hidup serta dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha.

Karena itu, Pemkot Gorontalo akan terus melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan ruang-ruang yang ada di wilayah Kota Gorontalo dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana setiap potensi yang ada bisa memberikan manfaat. Kalau ada bangunan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha, tentu harus kita lihat peluangnya. Kita ingin UMKM tumbuh dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” pungkas Adhan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *